JARUM DALAM TUMPUKAN JERAMI
Oleh: Nyanasila, Thera. Melewati usiaku yang panjang sejak kehidupan yang lampau, dari satu kelahiran menuju kelahiran yang baru. Semua itu kujalani hanya untuk merubah keburukan menjadi kebaikan, namun ini tidaklah mudah. Sama sulitnya mencari jarum dalam tumpukan jerami dengan mata tertutup. Sedangkan waktu terus berlalu dengan banyak keburukan karena ketidaktahuan. Entah sampai kapan mata ini tertutup untuk mencari jarum dalam jerami. Butuh energi kebajikan agar memiliki kemudahan akan syukur dalam kelahiran sebagai manusia. Kelahiran yang sangat berharga dan tidak mudah kudapatkan. Bagaikan tetesan embun pagi yang begitu cepat lenyap dengan hadirnya matahari, maka akan kugunakan kehidupan ini untuk merubah keburukan menjadi kebaikan melalui tubuh yang rentan dengan kerapuhan. Rapuh dan menua ini sifat dari kehidupan yang terus menuju pada kematian dan berharap dapat benar-benar kumanfaatkan untuk menghadirkan kebaikan. Seperempat debu kebajikan dari banyak kebaikan kupersembahkan k...