Postingan

Menampilkan postingan dengan label Dharma

PABBAJJA MASA VASSA DI HUTAN GUNUNG LOROKAN, MOJOKERTO.

Gambar
Tradisi para biku dan bikuni sejak zaman Buddha salah satunya adalah menjalankan masa vassa. Ini merupakan tradisi retret musim hujan yang wajib dilakukan oleh para biku dan bikuni selama tiga bulan. Pada saat para biku dan bikuni berdiam melakukan retret bisa juga diikuti bagi para umat perumahtangga yang ingin berlatih meditasi atau sekaligus menjadi samanera atau samaneri sementara bahkan menjadi samanera atau samaneri tetap untuk menjadi biku atau bikuni. Hal ini sebagaimana yang dilakukan di Padepokan Meditasi Buddhayana di hutan gunung Lorokan Mojokerto. Para Yogi dan samanera serta samaneri sementara akan berlatih meditasi satipattahana di bawah bimbingan Y.M. Nyanasila, Thera. Beliau akan memberikan instruksi secara terstruktur tahapan meditasi sebagaimana yang Buddha ajarkan di dalam Satipatthana Sutta, selain meditasi berdasarkan kajian satipatthana sutta, beliau juga akan mengkaji Dhammacakkapavattana Sutta secara bertahap sebagai pemahaman penting da...

SATU ABAD MAHABIKSU ASHIN JINARAKKHITA

Gambar
Oleh: Nyanasila Senin, 23 Januari 2023 merupakan hari satu abad kelahiran pelopor kebangkitan agama Buddha Indonesia, yakni Y.A. M.N.S. Ashin Jinarakkhita. Mendiang dikenal sebagai Pelopor Kebangkitan Agama Buddha Indonesia karena melalui semangat Buddhayana (Ajara Buddha Asali) menghadirkan agama Buddha yang kontekstual dengan kearifan budaya dan spiritual Indonesia. Semangat yang dilandasi nilai-nilai nonsektarian, inklusivisme, pluralisme, dan universalisme menghadirkan agama Buddha yang kontekstual, sehingga agama Buddha diterima sebagai agama yang diakui negara.  Dimana akibat pemberontakan PKI pada tahun 1965, menyatakan menolak dan melarang pengembangan semua paham berbau komunisme atau atheisme. Akibatnya, pemerintah waktu itu merasa ragu untuk menjadikan Agama Buddha sebagai agama resmi. Y.A. M.N.S. Jinarakkhita mengusulkan nama Sanghyang Adi Buddha Buddha sebagai nama dari tuhan dalam ajaran Agama Buddha.  Beliau mencari sumber untuk mengonfirmasi Tuhan v...

JUDI TIDAK MELANGGAR MORALITAS

Gambar
"Judi tidak melanggar moralitas" tentu kalimat ini penuh makna. Benarkah dalam Ajaran Buddha judi tidak melanggar moralitas? Jika demikian, umat Buddha diizinkan mencukupi kebutuhan hidup dari perjudian? Mari kita pahami dengan baik perihal judi dalam Ajaran Buddha. Kita di Indonesia tentu tidak asing dengan salah satu penyakit masyarakat, yakni judi; jutakila . Dari zaman dahulu aktifitas ini selalu mendapatkan dua sisi pendapat yang berbeda, mereka yang menyenangi aktifitas judi akan menganggap ini adalah jalan keberuntungan dan mereka yang tidak menyenangi menganggap ini adalah aktifitas yang membawa pada kehancuran. Sekarang, mari kita pahami dengan baik, judi adalah aktifitas mempertaruhkan uang dalam suatu permainan mengadu untung. Judi sendiri merupakan aktifitas yang sudah ada cukup lama, bahkan ada sejak zaman sebelum di masa Buddha Gotama.  Judi sejak zaman itu, selalu digambarkan sebagai ketidakberuntungan, yakni seorang pria menangis setelah bertaruh d...

YUK, KITA BANTU! GOTONG ROYONG RP.10.000

Gambar
YUK, KITA BANTU! Adalah program bajik menolong siapa pun yang membutuhkan bantuan. Program ini di asuh oleh Y.M. Nyanasila, Thera melalui Wihara Buddhayana Mojokerto di bawah Yayasan Agga Jina Mitto. Program bajik YUK, KITA BANTU! mengajak setiap orang dengan latar belakang suku dan agama apa pun untuk mempraktikan welas-asih melalui kepedulian kepada mereka yang sedang mengalami penderitaan dan membutuhkan bantuan. Visi program YUK, KITA BANTU! Menjadi wadah aktifitas bajik dengan semangat gotong royong. Misi program YUK, KITA BANTU! Memberikan bantuan kepada masyarakat dalam hal kesehatan, pendidikan, kemanusiaan, dan lingkungan hidup. Kepedulian sebagai wujud welas-asih dilakukan dalam bentuk pemberian kesehatan, pendidikan, kemanusiaan, dan lingkungan hidup. Dengan berbagai kegiatan, seperti  pengobatan orang sakit , pengecekan kesehatan, jalan damai, pemberian beasiswa, bantuan sosial sembako, berbagi makanan gratisss , gerakan kebersihan lingkungan, dan  pena...

PADEPOKAN MEDITASI BUDDHAYANA

Gambar
Padepokan Meditasi Buddhayana didirikan oleh Y.M. Nyanasila, Thera, bersama Y.M. Bhadra Attadipo, Bapak Jimmy Kurniawan Lim, Ibu Putu Nonik Hendrayani, dan Ibu Yasmin pada tanggal 10 Oktober 2021 dan diresmikan penggunaanya pada tanggal 16 Juli 2022 di bawah Yayasan Agga Jina Mitto. Bermula dari tekad Y.M. Nyanasila, Thera., yakni mencari tempat untuk tinggal dan berlatih bersama murid-murid monastik, mengingat pentingnya tempat yang sunyi dan sepi dibutuhkan untuk berlatih para monastik, maka sejak 20 Oktober 2020 bersama Bapak Jimmy Kurniawan Lim yang selalu mendampingi, terus mencari hutan yang cocok untuk ditempati dan berlatih bagi para monastik. Menjelajah keluar masuk hutan khususnya di wilayah Trawas dan Pacet, baik pagi, siang, malam, dan bahkan tengah malam untuk memastikan hutan yang akan ditempati benar-benar cocok untuk para monastik. Akhirnya, berkat informasi Bapak Darmanto Muliawan (Anam) yang sejak difungsikan Padepokan sebagai tempat berlatih meditasi menj...

EMPAT KUALITAS BATIN SAAT MEDITASI

Gambar
Ibarat rumah yang kokoh harus memiliki pondasi dan tiang penyanggah yang imbang di seluruh empat sisi penjuru. Demikian juga para pegiat meditasi harus memiliki Empat Kualitas Batin yang dihadirkan pada saat melakukan meditasi. Dengan Empat Kualitas Batin ini, seorang pegiat meditasi akan mampu menjaga kegigihan dalam usaha-benar mengarahkan batin pada objek melalui perhatian-penuh. Apa saja Empat Kualitas Batin ini? Di dalam Khotbah Mahasatipattana, Buddha mengingatkan Empat Kualitas Batin ini, yakni: rajin, perhatian-penuh, tahu-jelas, dan bebas; bebas dari cengkeraman dan penolakan duniawi (D.ii.290). Rajin (atapi), seorang pegiat meditasi harus memilik kualitas "rajin" yang artinya upaya seimbang secara terus-menerus dalam melakukan perenungan pada objek meditasi. Upaya yang dilakukan bukan dengan semangat yang berlebih sehingga menjadi tegang pada batin atau sebaliknya upaya yang bermalas-malas. Namun, upaya seimbang secara terus-menerus, seperti ketika meng...

ENERGI PEMBIASAAN

Gambar
Oleh: Nyanasila, Thera. Istilah yang sering saya gunakan untuk terampil dalam laku meditasi, yakni energi pembiasaan. Selain itu, juga merupakan seni menenangkan batin untuk istilah praktik meditasi samatha-bhavana dengan objek perhatian-penuh pada nafas masuk dan nafas keluar. Saat meditasi, kita melakukan pola pembiasaan baru dalam memperlakukan batin ketika merespon objek-objek yang muncul, karena batin memiliki kebiasaan mengembara kemana pun dan menikmati apapun tanpa henti terhadap objek-objek batin yang muncul pada pintu-pintu indria. Melalui upaya seimbang secara terus menerus (atapi) batin diarahkan oleh perhatian-penuh (sati)  agar menyatu (samadhi)  dengan nafas sebagai objek meditasi dan secara gigih dalam upaya-benar (sama-vayama) memotong proses kesadaran batin yang terbawa dalam pengembaraan karena kenikmatan pada objek-objek indria, baik bentu-bentuk pikiran, suara, bebauan, rasa, sentuhan, dan bentuk melalui mata. Hingga benar-benar batin tenang menyatu bersa...

KELAHIRAN KEMBALI DAN ANATTA

Gambar
  Oleh: Nyanasila, Thera. Sebuah pemahaman yang terkadang sulit untuk dipahami adalah mengenai kelahiran kembali dan ketiadaan; tanpa diri (anatta). Sering kali pemahaman ini dianggap sebagai perpindahan jiwa yang sama (reinkarnasi) . Buddhisme mengajarkan kelahiran kembali dan juga tentang ketiadaan, kebanyakan orang sulit memahami bagaimana kelahiran kembali terjadi. Mereka bertanya, ‘Jika tidak ada diri atau jiwa,’ ‘apakah yang berjalan dari satu kehidupan ke kehidupan berikutnya?’  Pertanyaan di atas merupakan pertanyaan yang umum ada pada hampir semua orang. Namun, ketika mereka memahami fungsi kerja karma produktif dan suportif yang menjadi kesadaran menjelang kelahiran, tidaklah demikian. Pertama, Buddha tidak mengajarkan bahwa tidak ada diri seperti demikian; kekal – Ia mengajarkan bahwa tidak ada yang permanen, semua berubah, diri metafisik. Dalam Buddhisme, sebagaimana dalam psikologi kontemporer, diri dipahami sebagai kesan, ingatan, sifat, dan watak yang terus...

ALAM SEMESTA TERBENTUK KARENA SEBAB ALAMIAH

Gambar
  Oleh: Nyanasila, Thera. Alam semesta adalah seluruh angkasa dan segala sesuatu didalamnya. Berdasarkan semua konsep kuno tentang alam semesta, alam semesta menurut Buddha adalah yang paling realistis.  Menurut Beliau, alam semesta tidak memiliki awal atau akhir (S.ii.178) melainkan lebih kepada alam yang terbentuk, musnah, dan berbentuk lagi selama suatu jangka waktu yang sangat panjang (D.iii.84). Di dalam alam semesta terdapat sistem dunia yang tidak terhitung banyaknya   yang menyerupai galaksi-galaksi. Buddha berkata bahwa di dalam sistem dunia terdapat ‘ribuan matahari, ribuan bulan, ribuan benua’ (A.i.227). Beliau juga berkata tentang ‘wilayah kegelapan yang hitam dan suram diantara sistem-sistem dunia, di mana walau seberapa pun kuat dan megahnya cahaya bulan dan matahari, cahaya itu tak dapat mencapainya’ (M.iii.124), yang artinya bahwa galaksi ini berada dalam jarak yang sangat jauh dengan galaksi lainnya diangkasa.   Beberapa agama meyakini bahwa ke...