BUDDHISME BERBEDA DENGAN AGAMA YANG LAIN

 

Mahavihara Majapahit, Trowulan, Mojokerto.

Oleh: Nyanasila, Thera.

Umumnya kita yang awam beranggapan bahwa semua agama sama, termasuk Buddhisme. Menurut saya anggapan ini memiliki dua penafsiran, pertama tidak mengetahui secara mendalam dan kedua menghindari perdebatan dengan mayoritas komunitas agama yang ada. Sekarang kita pahami hal ini dari kata agama yang memiliki padanan kata dalam bahasa Latin religio berarti ‘kesalehan’ dan berkaitan dengan kata religens yang berarti ‘takut terhadap Tuhan’.

Kita sering mendengar pendapat bahwa Buddhisme bukanlah agama melainkan suatu ‘cara hidup’. Tentu tidak mudah untuk mengomentari pernyataan ini tanpa mengetahui definisi dari kata ‘agama’ dan ‘cara hidup’. Umumnya di Kamus Bebas Bahasa Indonesia agama didefiniskan sebagai ‘keyakinan terhadap keberadaan Tuhan atau dewa-dewa dan suatu aktivitas yang terkait dengan pemujaan kepada Tuhan atau dewa-dewa.

Dengan definisi ini Buddhisme tentunya bukanlah sebuah agama atau sekedar cara hidup. Jika Buddhisme adalah ‘cara hidup’ tentunya agama yang lainya juga termasuk ‘cara hidup’ karena menuntut adanya tindakan, bukan hanya meyakini dogma-dogma tertentu.

Meskipun demikian, dengan penekanan yang kuat terhadap realism dan pemahaman yang berlawanan dengan kepercayaan membuta, Buddhisme menunjukkan perbedaan yang jelas dengan agama-agama lainnya. Mungkin Buddhisme dapat dideskripsikan sebagai ‘sebuah filosofi religius’ atau ‘psikologi spiritual’[1].

Di masa kini, telah populer anggapan bahwa semua agama pada dasarnya sama. Sikap ini mungkin adalah reaksi yang dapat dimengerti untuk menghadapi ‘non toleransi’ yang sering terjadi. Suatu ketika seseorang bertanya kepada Buddha: Apakah semua guru mengajarkan gagasan yang sama, mempraktikkan disiplin yang sama, mengasihi hal yang sama, dan berjuang untuk tujuan yang sama? 

Buddha menjawab: Tidak’. Mengapa tidak? tanya orang itu. Jawab Buddha, dunia terdiri dari banyak unsur yang beragam. Sebagian orang memusatkan perhatian pada satu atau hal lain yang terdapat dalam keragaman ini. Mereka menjadi melekat pada apa yang mereka pusatkan dan kemudian mengumumkan, “Inilah yang benar. Lainnya salah“. Maka mereka tidak mengajarkan gagasan yang sama, melakukan disiplin yang sama, mengasihi hal yang sama, dan berjuang untuk tujuan yang sama’ (D.ii.282).

Sebagai contoh, dalam Buddhisme melarang melakukan pembunuhan terhadap maklhuk hidup apa pun, bahkan ini menjadi cara hidup bagi siapa pun yang telah menyatakan diri sebagai seorang Buddhis. Alih-alih melarang, di banyak justru mengizinkan dan menganjurkan pembunuhan dilakukan. Ini salah satu contoh bahwa Buddhisme tidak sama dengan agama pada umumnya.  



[1] Ven. Shravasti Dhammika

Komentar

  1. Selain sebagai pembeda dengan agama lain,agama Buddha melarang melakukan pembunuhan makhluk hidup,apa sama halnya Cinta Kasih dan Ehipasiko ( datang untuk membuktikan ) bisa sebagai perbedaan juga dengan agama lain Bhante

    BalasHapus
  2. Iya salah satu agama malah menganjurkan pembunuhan
    Jadi hari raya, tidak di buddhism

    BalasHapus
  3. Sadhu...Sadhu...Sadhu

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PADEPOKAN MEDITASI BUDDHAYANA

YUK, KITA BANTU! GOTONG ROYONG RP.10.000

TRADISI PEMBEBASAN SATWA OLEH UMAT BUDDHA